<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Vendor ESG Risk on Blog Formize.com</title><link>https://blog.formize.com/id/tags/vendor-esg-risk/</link><description>Recent content in Vendor ESG Risk on Blog Formize.com</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><atom:link href="https://blog.formize.com/id/tags/vendor-esg-risk/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mempercepat Penilaian Risiko ESG Vendor dan Pelaporan dengan Formize</title><link>https://blog.formize.com/id/accelerating-vendor-esg-risk-scoring-and-reporting-with-form/</link><pubDate>Mon, 01 Jan 0001 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.formize.com/id/accelerating-vendor-esg-risk-scoring-and-reporting-with-form/</guid><description>&lt;h1 id="mempercepat-penilaian-risiko-esg-vendor-dan-pelaporan-dengan-formize">Mempercepat Penilaian Risiko ESG Vendor dan Pelaporan dengan Formize&lt;/h1>
&lt;p>Dalam rantai pasokan yang sangat terhubung saat ini, kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) tidak lagi sekadar metrik “nice‑to‑have” – melainkan sebuah persyaratan kontraktual, mitigator risiko, dan pendorong ekuitas merek. Perusahaan mendapat tekanan dari investor, regulator, dan pelanggan untuk membuktikan bahwa setiap tingkatan dalam rantai pasokan mereka memenuhi standar ESG yang ketat. Namun mengumpulkan, memvalidasi, dan menganalisis data ESG dari ratusan atau ribuan pemasok tetap menjadi proses manual yang rawan kesalahan.&lt;/p></description></item></channel></rss>